Jenis Macam Macam Penyakit Kronis

Jenis Macam Macam Penyakit Kronis

Jenis Macam Macam Penyakit Kronis,- Kronis berbeda dengan akut meskipun banyak yang mengira bahwa keduanya hanyalah sinonim dan mempunyai arti yang sama. Istilah medis yang satu ini kerap dipakai untuk menggambarkan suatu kondisi penyakit yang diderita oleh seseorang dalam jangka waktu yang panjang, seperti menahun. Penyakit dengan waktu yang relatif lama biasanya akan terjadi berulang-ulang kali dan perlahan-lahan akan menjadi semakin parah.

Jenis Macam Macam Penyakit Kronis

Pada kondisi penyakit kronis, biasanya seseorang akan mengalami prosesnya secara perlahan, tetapi apabila lama-kelamaan akan menjadi serius dan sangat berbahaya sekali bagi tubuh. Gejala di awal kerap kali dianggap enteng dan tidak membahayakan tubuh, hanya saja apabila lama-kelamaan akan semakin berbahaya dan bahkan banyak juga yang mengancam jiwa.

Itulah mengapa sebelum penyakit berubah menjadi tahap kronis. Sebaiknya gejala apapun yang terjadi di awal datangnya penyakit tidaklah disepelekan apalagi diabaikan karena bisa berujung pada kematian jika tidak segera diatasi. Dan intinya, kronis merupakan tahap setelah akut yang itu tandanya penyakit kronis selalu jauh lebih parah dari penyakit akut.

Baca Artikel Lain: Manfaat Cabe Jawa Untuk Pengobatan

Dalam keadaan penyakit kronis, penyakit bisa saja berpotensi diderita seumur hidup dan biasanya juga akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk masa dan juga proses penyembuhannya. Pada penyakit akut juga dapat berubah menjadi kronis jika tidak segera ditangani pada saat gejala sudah nampak. Penanganan yang salah pun dapat menjadi salah satu pemicu pada perkembangan penyakit akut menjadi kronis.

Macam-Macam Penyakit Kronis

Asma

Pada umumnya anak muda yang mempunyai asthmatic dapat mengalami bronkospasme yang dapat diinduksi oleh olahraga (exercise-induced-bronkospasme = EIB) atau asthma yang diinduksi oleh olahraga (exercise-induced-asthma = EIA). EIB bisa terjadi juga pada sebagian non asthmatic yang menderita demam alergi terhadap serbuk bunga, bronchitis, fibrosis chistica. Asthma dapat terjadi bervariasi dari yang sangat berat (sangat sesak nafas) sampai pada sangat ringan yang bisa dideteksi dengan fungsi paru.

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolic yang banyak dialami oleh anak-anak. Gejala awal bisa diketahui dalam hubungan dengan kegiatan fisik yang mengakibatkan kelelahan yang tidak biasa atau meningkat, rasa haus yang tidak normal, sering buang air kecil dan menurunnya berat badan.

Fibrosis Cystica

Gangguan fungsi pada kelenjar exocrine secara umum akan menandai kondisi ini. Gejala yang akan terlihat adalah infeksi kronik rekurens saluran pernafasan dan sinus, dan juga gangguan pada saluran cerna yang menimbulkan terjadinya malnutrisi, karena itu biasanya anak kecil, kurus dan rapuh dengan kandungan lemak yang sedikit dan sering dihindarkan dari olahraga apapun. Bagi orang yang mengalami penyakit ini sangat dianjurkan untuk mengikuti olahraga renang, bersepeda, jalan cepat, atau joging. Perlu diperhatikan pada olahraga yang dilakukan di tempat yang panas harus hati-hati, karena adanya disfungsi kelenjar keringat.

Epilepsi

Epilepsi memiliki episode yang berlangsung dari yang sangat singkat hanya beberapa detik saja hingga sampai kepada perilaku yang aneh dan otomatik (epilepsi lobus temporal) atau yang sangat berat, dengan kejang sampai tidak sadarkan diri, dan setelah itu pemulihannya bisa dengan tidur yang panjang (lama).

Keputusan dalam memilih salah satu jenis olahraga yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu bagaimana pada saat terjadinya dan sifat dari serangannya, faktor-faktor penyebabnya, kapan terjadinya, apa obat-obatannya, bagaimana pengaruh dari obat tersebut terhadap pengendalian epilepsinya, perilaku atau peran dan minatnya pada anak tersebut terhadap olahraga.

Anak-anak dengan penyakit jantung 5 dari setiap 1000 anak di usia sekolahnya penyakit jantung kemudian satu-dua dari 1000 mengalami penyakit jantung congenital yang berat sehingga dapat mempengaruhi bahkan menjadi penghambat dalam melakukan olahraga.

Selanjutnya penyakit jantung rheumatic ditemukan satu dari setiap 1000 anak usia sekolah dan pada umumya kerusakan pada katup termasuk derajat ringan. Kondisi pada penyakit jantung ini yang paling sering berhubungan dengan kematian mendadak yang bisa terjadi kapan saja pada saat melakukan olahraga dan latihan, istirahat atau tidur meliputi :

  • Myocarditis
  • Stenosis aorta
  • Hypertrophic obstructive cardiomyopathy
  • Hipertensi pulmonal sedang atau berat
  • Shunt dari jantung kanan ke jantung kiri yang disertai dengan stenosis pulmonal

Keadaan yang berhubungan dengan kematian mendadak yang tidak terduga atau secara tiba-tiba pada atlet muda meliputi :

  • Penyakit arteria coronaria
  • Arteria coronaria kiri yang aberrant
  • Aortic dissection secondary to Marfan’s syndrome
  • Hypertrophic obstructive cardiomyopathy

Apabila terdeteksi adanya kelainan jantung pada anak hendaknya dibawa ke spesialis kardiologi anak yang berpengalaman untuk menangani anak dengan penyakit jantung dalam situasi olahraga. Anak dengan bentuk kelainan jantung congenital yang ringan sampai sedang, sering mempunyai myocardium yang normal dan karena itu memiliki kemampuan untuk menkonfesasi efek yang spesifik.

Sumber : http://www.situskesehatan.net

Tulisan ini dipublikasikan di KESEHATAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *