Cara Mengobati Penyakit Anemia

 

PENYAKIT ANEMIA 

Pengertian anemia

Anemia ialah defisiensi sel darah merah atau kekurangan hemoglobin. Keadaan ini menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah atau jumlah sel darah merah tetap normal tetap jumlah hemoglobinnya subnormal. Karena kemampuan darah membawa oksigen berkurang, maka individu akan terlihat pucat atau lesu

5 Jenis anemia :

  1. Anemia hemorogi, yang terjadi disebabkan hilangnya darah akut, sumsum tulang dengan cara bertahap akan memproduksi sel darah merah baru untuk kembali ke keadaan normal
  2. Anemia defisiensi zat besi terjadi karena penurunan asupan makanan, penurunan daya absorpsi atau hilangnya zat besi dengan cara berlebihan
  3. Anemia aplastik (sumsum tulang tidak aktif) ditandai dengan sel darah merah menjadi rendah secara besar besaran. Kejadian ini dapat terjadi karena pajanan radiasi yang berlebihan, keracunan atau kanker
  4. Anemia pernicious karena kurang vit B
  5. Anemia sel sabit (sickle cel anemia) merupakan penyakit keturunan dimana molekul hemoglobin yang berada dari hemoglobin normalnya karena pergantian salah satu asam amino pada rantai polipeptida beta, menyebabkan sel darah merah terdistorsi menjadi berbentuk sabit dalam kondisi konsentrasi yang rendah 

PENYEBAB PENYAKIT ANEMIA :

Anemia terjadi jika tubuh tidak memproduksi sel darah merah yang cukup, yang diproduksi oleh sumsum tulah, proses ini membutuhkan zat besi, asam Folat dan Vitamin B12. Sel darah merah juga bisa peroleh dari Eritropoiten(EPO), EPO adalah hormon yang dibuat oleh ginjal.

dan yang lainnya :

– Perdarahan menstruasi yang sangat banyak.

– Pecah pembuluh darah.

– Kecelakaan.

– Kekurangan zat besi.

– Kekurangan Vitamin C.

– Kekurangan Vitamin B12.

– Pembesaran Limpa.

– Kerusakan mekanik pada sel darah merah.

– Penyakit hemoglobin C.

– Penyakit hemoglobin S-C.

– Thalasemia.

– Reaksi autonium terhadap sel darah merah.

– Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal.

– Penghancuran sel darah merah (Anemia hermolitik).

GEJALA-GEJALA ANEMIA :

Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Dengan ilmu kedokteran, anemia merupakan penurunan kadar hemoglobin serta hitung eritrosit dan hematokrit di bawah normal. Seseorang ditetapkan termasuk anemia menurut kriteria WHO pada tahun 1968 bila:

Laki – laki dewasa: Hb < 13 gr/dl

Perempuan dewasa tidak hamil: Hb < 12 gr/dl

Perempuan hamil: Hb < 11 gr/dl

Gejala – gejala penyakit anemia sangat bervariasi. Tetapi Kebanyakan gejala- gejala penyakit anemia dibagi menjadi 3, yaitu:

# GEJALA UMUM ANEMIA :

– Tampak lesu, letih, dan lemas

– Selaput mata merah (conjunctiva) terlihat menjadi pucat

– Telapak tangan terlihat putih

– Bibir terlihat pucat, tidak bersemu kemerahan

– Wajah terlihat pucat pasi

– Kuku kaki dan tangan terlihat sangat pucat / putih

– Mudah lelah

– Sering merasa pusing

– Sering merasa kepala berputar putar dan mual saat berdiri dari posisi semula jongkok

– Merasakan sesak nafas saat beraktivitas

– Telinga sering terasa emndenging

– Gangguan haid dan libido menurun

– Elastisitas kulit menurun

– Rambut tipis dan halus

Bahayanya anemia

Anemia yang terjadi oleh berkurangnya sel darah merah karena kadar hemoglobin yang kurang ternyata mempengaruhi kesehatan mental si penderita.

Gejala kesehatan mental yang kebanyakan dialami oleh penderita anemia meliputi kelelahan, pusing, sakit kepala, sulit tidur, jantung berdetak kencang, melihat kilatan cahaya, kesulitan berpikir dan sulit konsentrasi.

Selain itu, anemia dan kecemasan sangat berhubungan. Biasanya gejalanya dimulai dari detak jantung yang tidak beraturan, pusing dan diikuti oleh serangan kepanikan. Jadi terkadang, antara gejala anemia dan depresi bisa saling tindih. Untuk itu biasanya seorang psikiater memeriksa secara lengkap kondisi pasiennya, termasuk tekanan darahnya.

Jangan pernah menganggap sepele anemia, karena biasanya anemia adalah manifestasi dari suatu penyakit yang lainnya. Sebagai contoh, anemia bisa jadi karena adanya masalah pada ginjal atau inflamasi arthritis dan bisa juga karena tiroid yang kurang aktif. Anemia karena kekuarangan vitamin seperti vitamin B12 biasanya dihubungkan dengan adanya depresi atau kehilangan memori/demensia

Baca juga : Obat Pengering Luka

 Beberapa makanan yang baik untuk penderita anemia :

  1. Buah-buahan

Para penderita anemia disarankan untuk mengonsumsi buah setiap hari. Sebab tak hanya bergizi, buah juga efektif untuk meningkatkan jumlah darah di dalam tubuh Anda. Konsumsi aprikot, semangka, apel, anggur, dan kismis untuk meningkatkan aliran darah di dalam tubuh Anda.

  1. Makanan kaya zat besi

Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat besi tidak hanya mampu membuat tulang Anda jadi kuat namun juga memperlancar pasokan oksigen ke dalam sistem peredaran darah. Kekurangan zat besi mampu menyebabkan penyakit anemia. Contoh makanan yang mengandung zat besi antara lain daging merah, kentang, kismis, dan tiram.

  1. Kacang almond

Kacang ini kaya akan zat besi yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan sel darah merah Anda. Mengonsumsi 1 ons almond per hari mampu mencukupi kebutuhan zat besi harian Anda.

  1. Sayuran hijau

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan seledri terbukti mampu meningkatkan sel darah merah Anda. Tak hanya baik untuk kesehatan darah, jenis sayuran ini juga baik untuk mengontrol berat badan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

  1. Buah bit

Bit adalah sumber makanan yang baik untuk vitamin A dan vitamin C. Kedua vitamin ini mampu meningkatkan jumlah sel darah merah Anda.

Beberapa pantangan makanan dan minuman penderita anemia

1.Coklat

Coklat merupakan salah satu cemilan yang sangat di gemari oleh kebanyakan orang, mulai dari anak-anak hingga orang tua menyukai jenis makanan ini. Coklat ternyata juga mengandung banyak kafein di dalamnya dan merupakan salah satu pantangan makanan bagi penderita anemia. Kadar kafein yang tinggi biasanya di temukan pada biji coklat sebelum di olah lebih lanjut. Sedangkan untuk coklat olahan yang beredar di pasaran biasanya kadar kadar kafein nya berkurang akibat proses pengolahan yang dilewati. Sedangkan olahan makanan dengan berbahan baku coklat alami biasa nya dapat lebih cenderung memiliki kadar kafein yang tinggi hal ini di tandai dengan rasa pahit yang sangat kentara di lidah.

2.Minuman ringan dan bersoda

Tak hanya minuman yang berbahan baku alami seperti teh dan kopi saja yang mengandung kafein, ternyata minuman ringan dan bersoda juga terkandung kafein yang tinggi di dalamnya. Jenis minuman ini merupakan minuman yang lumayan di gemari dan di konsumsi oleh kebanyakan orang karena sensasi rasa yang di berikan berbeda dengan jenis minuman berbahan alami lainnya.

3.Kopi

Kopi merupakan salah satu komoditi yang cukup dapat bersaing di pasar baik di pasar domestik maupun internasional. Kopi merupakan salah satu bahan yang paling sering di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kopi dapat di olah menjadi olahan minuman ataupun makanan. Walaupun dengan mengkonsumsi kopi dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti sakit kepala namun karena banyaknya kandungan kafein dalam kopi ini dapat menyebabkan anemia semakin parah

4.Teh

Sama halnya dengan kopi, teh yang ada di Indonesia juga merupakan komoditi penting dan teh juga sering di konsumsi oleh orang Indonesia. Teh biasanya di olah lebih lanjut menjadi beberapa produk minuman seperti teh seduh dan teh celup serta di jadikan sebagai bahan dasar pembuatan kue. Walaupun teh memiliki kandungan kafein ternyata hanya beberapa jenis teh saja yang memiliki kandungan kafein yang tinggi di dalamnya seperti teh hijau dan teh hitam.

Cara mengobati anemia

  1. Makan dan minum makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, yaitu:

-Jus jeruk

-Stroberi

-Brokoli

-Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C

  1. Makan makanan tinggi zat besi, yaitu:

-Hati

-Kacang-kakacangan

-Tiram

-Tahu

-Sayuran hijau, seperti bayam

-Daging merah tanpa lemak

-Ikan

-Buah kering seperti kismis

  1. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti:Hati sapi dan tiram

-Hati sapi dan tiram

-Ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12

-Beberapa produk sereal, ragi, dan produk makanan lain yang mengandung vitamin B12.

  1. Jangan minum kopi atau teh saat makan. Minuman ini mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh

Sumber : http://www.situskesehatan.net

Tulisan ini dipublikasikan di KESEHATAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *